Senin, 10 Agustus 2020 : 15:39:54 WITA

Artikel

Tinggalkan Golput, Waktunya Nyoblos

DSCN1550
Wamena, 7 April 2014. Tepat 9 April bangsa ini menentukan jalan hidupnya untuk lima tahun mendatang. LDII meminta seluruh warganya tidak golput alias harus memilih. Sebab, golput hanya efektif saat Orde Baru berkuasa. Di era reformasi tidak memilih sama halnya memberikan suara kepada politikus yang belum tentu baik. Untuk itu DPD LDII Kabupaten Jayawijaya menggelar sosialisasi Pemilu.

“Pemilihan umum merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat sebagaimana telah diamanatkan di dalam UUD 1945 guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis sehingga pelaksanaan pemilihan umum yang demokratis bersifat umum, langsung, bebas dan rahasia serta berasas jujur dan adil. Sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai warga Negara mengambil bagian dalam kegiatan tersebut,” ujar Tim Relawan KPU Jayawijaya, Pdt. Alexander Mauri, S.Pdk dalam sosialisasi Pemilu yang dilaksanakan oleh DPD LDII Kabupaten Jayawijaya, Senin 7 April 2014.

DSCN1535

Lanjut Alexander Mauri dari perkembangan sistem pemilu dari tahun ke tahun mengalami perubahan sehingga untuk pemilu kali ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 8/2012 dipandang perlu untuk merekrut tim relawan yang di setiap kabupaten beranggotakan 25 orang, yang berfungsi mendukung Komisi Pemilihan Umum dalam tugas-tugas penyelenggara pemilihan umum, khususnya terkait dengan sosialisasi dan meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu tahun 2014. Hadir juga Tim Relawan KPU yang lain diantaranya Drs. Daud Wanma, M.Si, Pdt. Esmon Walilo, M.Mis. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna LDII Kabupaten Jayawijaya dihadiri sekitar 300 orang warga LDII termasuk tamu undangan.

Pemilu Slide

Sementara itu menurut Ketua DPD LDII Kabupaten Jayawijaya, Budi Amal, S.Pd, MM mengatakan sejak pelaksanaan Pemilu di era reformasi, DPD LDII Kabupaten Jayawijaya telah melaksanakan sosialisasi dengan mengundang nara sumber dari KPU. Untuk kesempatan ini adalah yang kedua setelah sebelumnya menjelang pemilu tahun 2009 . Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi adalah bahwa kita sebagai warga Negara berharap memperoleh wawasan tentang berbagai hal tentang pemilu dan harapannya busa membawa dampak positif bagi warga masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya. (Sofyan/Papua/LINES)