Senin, 18 Juni 2018 : 17:25:47 WITA

Artikel

Gunung Kelud Meletus, Bencana Mengingatkan Pada Kiamat
Pondok Wali Barokah LDII Kota Kediri

Pondok Wali Barokah LDII Kota Kediri

Kiamat adalah akhir dari segala kehidupan di dunia. Rosululloh SAW menjelaskan hari kiamat terjadi pada hari Jum’at. Tak ada satupun yang tau kapan malaikat Isrofil menghentakan tiupan sangkakala kecuali hanyalah Allah Ta’ala.

Kiamat kecil atau“kiamat sugro” terus melanda negeri ini. Jum’at ini perhatian masyarakat tertuju pada meletusnya Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tampak dari atas menara Asmaul Husna Pondok Pesantren Wali Barokah LDII yang merupakan bangunan tertinggi di kota Kediri, semua terlihat putih tertutup abu layaknya pemandangan di kota mati. hujan abu juga dirasakan hingga wilayah Solo, Jogja, Semarang dan sekitarnya.

Di Kabupaten Kediri, ada sekitar 60 ribu jiwa lebih yang harus dievakuasi jika terjadi erupsi pada Gunung Kelud. Mereka adalah warga di 4 kecamatan yang terdampak langsung bencana letusan. Yaitu dari Kecamatan Ngancar, Kepung, Plosoklaten, dan Puncu.

Gunung Kelud mengalami erupsi, setelah sebelumnya terjadi gempa tremor sampai 6 jam. Gunung itu dinyatakan erupsi sekitar pukul 22.50 WIB, setelah statusnya naik dari semula waspada menjadi awas.

Gunung itu pernah meletus sampai 25 kali, rentang 1000 tahun sampai tahun 2007, dengan puluhan ribu korban jiwa maupun materiil. Gunung tersebut meletus terakhir pada 2007 tapi secara ‘efusif’ atau tertahan.

Foto Kondisi di Pondok Wali Barokah Kediri, diambil dari menara pondok

Foto Kondisi di Pondok Wali Barokah Kediri, diambil dari menara pondok

Air mata belum juga kering karena bencana. Bencana masih terus membuat kita meneteskan airmata, keringat bahkan meneteskan darah. ini hanya merupakan “sebagian” ujian dari-Nya maka terpikirkah dibenak bagaimana jika Allah menimpakan seluruh ujian-Nya? . Matahari satu jengkal dari kepala manusia, manusia dibanjiri oleh keringatnya serta gunung-gunung seperti bulu yang bertebaran.

“Dan hari kiamat terjadi ketika dua orang telah menyerahkan pakaiannya sehingga keduanya tidak lagi melakukan jual beli dan melipatnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang telah mengambil susu perahannya dan ia tak jadi menyantapnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang menuju telaganya dan ia tidak jadi meminumnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang diantara kalian telah mengangkat suapannya ke mulutnya dan ia tidak jadi menyantapnya.” HR Bukhori

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila matahari telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua manusia akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” HR. Bukhori

Musibah dan cobaan tidak pandang bulu, tidak mengenal waktu, tidak mengenal tingkat keimanan. Allah Maha Adil dan tidak pernah zhalim pada setiap hamba-Nya. Hanya Allah yang Maha Pengatur, semua kiamat sugro ini tentu telah tertulis di kitab Lauhil Mahfudz.
(MT Abdillahsyam’/LINES) Foto :  http://www.ldii.or.id/

/a